Indonesian Waqf Board is an independent state institution formed based on Law Number 41 of 2004 concerning Waqfs. This Board was formed in the framework of developing and advancing representatives in Indonesia.
Secretariat: Bayt Al Quran Building Beautiful Indonesia Miniature Park (TMII)

Jl. Raya TMII Pintu 1 - Jakarta Timur 13560

CONTACT >

T: +6221-87799232

     +6221-87799311

F: +6221-87799383

E: bwi@bwi.or.id

ABOUT US >

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

visitor since May 18, 2019

visitor since June 1, 2019 (Flag Counter Installed)

Cash Waqf Linked Sukuk mengumpulkan dana Rp 13,5 miliar

KONTAN.CO.ID - SURABAYA. Sembilan lembaga mewakafkan uangnya dalam program Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) pada gelaran National Waqf Caring Day (NWCD), Rabu (12/12). Alhasil, terkumpul uang sebanyak Rp 13,5 miliar.

Secara rinci, lembaga-lembaga pemberi wakaf tersebut adalah Bank BNI Syariah (Rp 1,5 miliar), Bank CIMB Niaga (Rp 1 miliar), Bank Syariah Mandiri (Rp 5 miliar), Baitul Maal Muamalat (Rp 1 miliar), Bank BRI Syariah (Rp 1,5 miliar), Dompet Dhuafa (Rp 1 miliar), Global Wakaf Foundation (Rp 1 miliar), Rumah Wakaf (Rp 500 juta), dan Al Azhar (Rp 1 miliar).

Baca Juga

BI kembangkan wakaf produktif melalui pendidikan dan teknologi digital

 

Menjawab tantangan, ini strategi OJK kembangkan pasar modal syariah di 2019

 

Ini strategi pemenuhan pembiayaan utang APBN 2019

 

Kedatangan pemain baru, premi asuransi syariah diramal tumbuh 11% pada 2019

NWCD adalah program kolaborasi antara Badan Wakaf Indonesia (BWI), Bank Indonesia (BI), Forum Wakaf Produktif, dan Universitas Darussalam Gontor yang bertujuan untuk mengembangkan serta meningkatkan volume wakaf di Indonesia.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto, pembiayaan sosial melalui wakaf di Indonesia masih relatif terbatas. “Bahkan realisasi wakaf Indonesia yang merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia, masih tertinggal dari negara seperti Singapura,” kata Erwin dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-5, di Surabaya, Rabu (12/12).

Padahal, menurut dia, wakaf dapat mendukung aktivitas produktif dan pemerataan kesejahteraan kepada masyarakat kurang mampu. Bahkan, dalam jangka panjang, wakaf dapat berperan dalam mengurangi kemiskinan, mengatasi kelaparan, meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta memperkecil kesenjangan sosial. “Dengan pengembangan ini, wakaf diharapkan dapat menjadi instrumen ekonomi dan sarana penguatan ranah sosial,” ucap dia.

Oleh karena itu, lembaga-lembaga di atas telah berkolaborasi dan berupaya untuk mengembangkan serta meningkatkan volume wakaf di Indonesia dengan beragam cara. Pertama, dengan mengoptimalkan serta meningkatkan volume aset wakaf produktif, seperti rumah sakit, gedung perkantoran, rumah makan, SPBU, sarana transportasi, kebon sawit, pabrik minyak sawit mentah, hingga polis asuransi. Dengan begitu, wakaf tidak lagi terbatas pada tanah ataupun bangunan ibadah.