Indonesian Waqf Board is an independent state institution formed based on Law Number 41 of 2004 concerning Waqfs. This Board was formed in the framework of developing and advancing representatives in Indonesia.
Secretariat: Bayt Al Quran Building Beautiful Indonesia Miniature Park (TMII)

Jl. Raya TMII Pintu 1 - Jakarta Timur 13560

CONTACT >

T: +6221-87799232

     +6221-87799311

F: +6221-87799383

E: bwi@bwi.or.id

ABOUT US >

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

visitor since May 18, 2019

visitor since June 1, 2019 (Flag Counter Installed)

Perkuat Ekonomi Ummat, Syarikat Islam Legal Launching SI Wakaf

JAKARTA – Syarikat Islam (SI) meluncurkan SI Wakaf. Tujuannya memperkuat ekonomi ummat. Peluncuran SI Wakaf ini dibarengi acara buka puasa bersama-sama 1.905 anak yatim dari bermacam panti asuhan se-Jabodetabek di kantor DPP Syarikat Islam, Jakarta, Minggu (26/5/2019).SI Wakaf legal diluncurkan Ketua Laznah Tanfiziyah Syarikat Islam (LTSI) Hamdan Zoelva bersama-sama Penasihat LTSI Djan Faridz dan Ketua Badan Wakaf SI Abid Takalamingan. Setelah meresmikan program SI Wakaf, Hamdan Zoelva mewakili SI menyetujui nota kesepahaman (MoU) dengan banyak pihak, di antaranya BRI Syariah, BNI Syariah, Axa Financial, RS Lamina HMS, Yayasan ACT, PT Danareksa, dan BWI untuk memastikan program tersebut dapat berjalan baik.

Hamdan menjelaskan, semenjak 2016 lalu SI mengatakan dengan tegas kembali ke khittah organisasi yang didirikan ke-1 kali oleh Haji Samanhudi dengan nama Syarikat Dagang Islam (SDI) pada 1905. Waktu itu organisasi tersebut berlandaskan perjuangan untuk menaikkan power ummat dalam bidang ekonomi, khususnya perdagangan.

“Itulah sebabnya, untuk mengenang kembali kebangkitan ummat tersebut, waktu ini kami mengundang 1.905 anak yatim dari bermacam panti asuhan di Jabodetabek untuk bersama-sama berbuka puasa,” kata Hamdan.

Mulai 2016 itu, lanjut Hamdan, SI mulai kembali fokus pada pergerakan yang memajukan dakwah ekonomi. “Jadi di samping gerakan lainnya ialah memajukan koperasi, pembangunan pondok pesantren, gerakan wakaf ini untuk mengembalikan kita seluruh ke antusias membangun power ekonomi ummat,” kata eks Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Dalam wakti tak lama, SI berencana membangun SI Tower yang terdiri dari 2 menara. Menara ke-1 dipakai untuk service apartment. Menara ke-2 dipakai untuk RS bagi warga banyak. “Biayanya kami perkirakan Rp300 miliar. Insya Allah dengan niat suci kita seluruh, seluruh itu akan kita wujudkan,” ujarnya.

Penasihat LTSI Djan Faridz mengatakan dengan tegas akan terus berusaha semaksimal mungkin membantu terwujudnya maksud SI. Ia sepenuhnya menyokong program SI Wakaf yang disebutnya selaku program yang pas dan diperlukan ummat.

“Jika bicara kemungkinan, kemungkinan wakaf ummat Islam itu besarnya tidak kurang dari Rp60 triliun per tahun,”kata Djan, eks menteri Perumahan Rakyat di era Presiden SBY tersebut. “Belum lagi banyaknya tanah-tanah yang tidak banyak digunakan (idle),” katanya.

Untuk ribuan anak yatim yang datang pada buka bersama-sama itu, Djan meminta mereka untuk mendoakan supaya seluruh maksud SI dapat tercapai. “Doakan ya, supaya seluruh cita-cita Syarikat Islam dapat tercapai untuk kemaslahatan ummat seluruhnya,” kata Djan, diamini teriakan ribuan yatim dari segala usia.

Datang pula dalam acara tersebut para mitra kerja SI. Mereka di antaranya Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Direktur Bisnis BRI Syariah Kokok Alun Akbar, Direktur Axa Financial Indonesia Nina Cicilia, Ketua ACT Ibnu Hajar, Ketua Badan Wakaf Indonesia Fahrul Razi, Dirut PT Danareksa Arief Budiman, pihak Hospital Lamina HMS drg Wahyu Darmono, Direktur Bimmas Polda Metro Jaya, dan perwakilan mitra-mitra kerja lainnya.