Indonesian Waqf Board is an independent state institution formed based on Law Number 41 of 2004 concerning Waqfs. This Board was formed in the framework of developing and advancing representatives in Indonesia.
Secretariat: Bayt Al Quran Building Beautiful Indonesia Miniature Park (TMII)

Jl. Raya TMII Pintu 1 - Jakarta Timur 13560

CONTACT >

T: +6221-87799232

     +6221-87799311

F: +6221-87799383

E: bwi@bwi.or.id

ABOUT US >

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

visitor since May 18, 2019

visitor since June 1, 2019 (Flag Counter Installed)

Wakaf Ladang Pahala Bagi Media MSa

Info Wakaf Ladang pahala Bagi Media Massa

 

Media juga bisasa ikut berwakaf dengan berita. Ketika seseorang membaca berita dan kemudian tertarik untuk berywakaf maka pers sudah dapat pahalanya.

 

Selama ini wakaf oleh masyarakat baru difahami sebagai upaya melepas properti untuk tujuan wakaf sehingga dianggap untuk mereka yang mampu. Kurang tersosialisasi tentang adanya wakaf uang atau bentuk-bentuk wakaf lainnya di kalangan masyarakat sehingga bisa meluas jangkauan dan cakupannya.

 

Memang, masyarakat menghendaki wakaf seperti zakat yang bisa menarik kesadaran masyarakat muslim. Memang zakat hukumnya wajib sementara wakaf adalah Sunnah sehingga kurang daya tariknya.

 

Memang akan berbeda jika lembaga wakaf sudah menyediakan form di bank bank atau di toko toko online seperti Tokopedia dan Bukalapak yang orang bisa setor atau buka rekening reksadana.

 

Atau ketika lembaga wakaf sudah lebih jauh mengembangkan dirinya sehingga bisa menjadi penghubung antara waqif dengan calon nadzir atau masyarakat yang membutuhkan dana wakaf.

 

Memang diperlukan upaya-upaya kreatif untuk membangun masyarakat sadar wakaf karena wakaf salam perjalanan sejarahnya:

 

1. Wakaf tanah seperti dilakukan seorang Yahudi muslim bernama Muhairiq yg mewakafkan tujuh bidang tanahnya kepada Nabi jika ia gugur dalam perang Uhud dan

Wakaf Sayidina Umar di Khaybar pada tahun ke 7H.

2. Wakaf sumur yang dimiliki Rumah Al-Ghifari yg kemudian dibeli Sayidina Usman senilai 35.000 dirham dan kemudian diwakafkan.

3. Wakaf rumah sakit disebut bimarestan oleh Harun Alrasyid. Ibnu jubeir menyebut tuba rumah sakit di saat itu.

4. Wakaf rumah pendidikan Nidzamiyah di Baghdad. Digambarkan Ibnu Jubeir ada 30 unit gedung megah.

5. Wakaf rumah singgah.

6. Wakaf membantu ibu ibu menyusui seperti yang dilakukan Salahuddin Al Ayyubi di Damaskus.

7. Wakaf untuk mempermudah jomblo menikah dan bahkan pada sebagian negara menyediakan dana khusus untuk memudahkan pernikahan bagi mereka yang tidak mampu.

8. Wakaf untuk melunasi hutang orang yang kesulitan membayar hutang.

9. Wakaf yang bisa diperuntukkan untuk pinjaman atau qardlul Hasan.

10. Sekedar usulan, apakah mungkin menyatukan zakat dengan wakaf. Kwtuka saya mengeluarkan zakat saya berikan kepada mustahiq zakat yg juga sebagai penerima wakaf atau nadzir. Jika ini mungkin mungkin akan semakin membesarkan lembaga wakaf dan meluaskan pwewakafan.

 

Tentu pers tidak bisa berbuat apa-apa tanpa ada bahan dari lembaga wakaf untuk diberitakan atau ditulis dalam media.

 

Pers perlu bekal tentang wakaf dan seluk beluknya sebagai bahan pengetahuan. Mereka terus digalang dan mendapatkan informasi terbaru tentang wakaf.

 

Pers sekarang memiliki lahan media yang luas. Tidak hanya media tempat ia bekerja, kadang ia juga memiliki blog, aktif di media sosial yg semuanya bisa dimanfaatkan untuk informasi wakaf. Hanya diperlukan link resmi karena banyak di medsos yg kurang bertanggungjawab dan mudahnya orang mengubah postingan.

 

Perlu memberi masukan serta menjaga hubungan dengan media agar berita terbaru yg diinginkan lembaga wakaf bisa diberitakan.

 

Pemberitaan tentang wakaf tidak hanya day to day aktifitas lembaga wakaf saja, tapi juga kisah sukses lembaga wakaf atau nadzir, kisah sukses waqif di dalam dan luar negeri.

 

Pers juga sangat mungkin menulis kondisi masyarakat yg memerlukan ukuran tangan wakaf. Masjid dan madrasah yg terbengkalai dan lain sebagainya.

 

Perlu juga menggalakkan wisata wakaf. Sumur Usman di Madinah membuat banyak orang tertarik untuk datang Aqiq Asghar untuk melihat sumur yg dibeli 1400 tahun yang lalu.

 

Perlunya label wakaf pada setiap tempat wakaf.

 

Maaf ditulis di atas HP.

Musthafa Helmy