Indonesian Waqf Board is an independent state institution formed based on Law Number 41 of 2004 concerning Waqfs. This Board was formed in the framework of developing and advancing representatives in Indonesia.
Secretariat: Bayt Al Quran Building Beautiful Indonesia Miniature Park (TMII)

Jl. Raya TMII Pintu 1 - Jakarta Timur 13560

CONTACT >

T: +6221-87799232

     +6221-87799311

F: +6221-87799383

E: bwi@bwi.or.id

ABOUT US >

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

visitor since May 18, 2019

visitor since June 1, 2019 (Flag Counter Installed)

ANALISIS PEMBERDAYAAN KELUARGA MUSLIM MISKIN MELALUI PINJAMAN MODAL BADAN WAKAF UANG-TUNAI MUI DIY (DI KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Laily Hidayah

ABSTRACT: Cash waqf, as an instrument of financial, social finance and social banking is a new product in the history of Islamic economics. Law No. 41/2004 on cash waqf is expected to develop cash waqf in the future that will bring welfare for people, particularly its goal is in line with the commands of the Quran and Hadith on social justice for human beings. This study is to analyze the average amounts of revenues, savings, infaq and sadaqah before and after the empowerment program in the research area using a quantitative descriptive analysis and T-test. The research focuses on the recepients of cash waqf in the sub-district of Patuk Gunungkidul in 2012. The result showed that by empowering the poor Muslim communities in Patuk Gunungkidul, the Cash Waqf imposed by the Council of Ulama Yogyakarta is able to increase the average amount of revenues to 25.69 percent, 93.4 percent in savings and 5 percent in infaq. The T-test shows that the program can significantly increase the average amounts of income and savings. An increase in turnover, loan procedures, direct benefits, and knowledge skills, the empowerment program through equity loan is quite effective. However, it needs to be improved further in order to achieve maximum impacts or sustainability in the future

INTISARI: Wakaf tunai sebagai instrumen finansial, keuangan sosial, dan perbankan sosial merupakan produk baru dalam sejarah perekonomian Islam. Dengan lahirnya UU No. 41 th 2004 tentang wakaf tunai diharapkan perkembangan wakaf di masa yang akan datang benar-benar membawa kesejahteraan bagi umat, apalagi tujuan tersebut selaras dengan perintah al-Quran dan Hadist, yaitu menciptakan keadilan sosial bagi sesama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis rata-rata jumlah pendapatan, rata-rata jumlah tabungan dan rata-rata infaq dan shadaqah sebelum dan sesudah program pemberdayaan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan analisis Uji Beda Dua Rata-rata. Penelitian dilakukan terhadap penerima manfaat wakaf tunai di Kecamatan Patuk Gunungkidul tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya pemberdayaan masyarakat muslim miskin di Patuk Gunungkidul oleh Badan Wakaf Uang Tunai MUI DIY dapat meningkatkan rata-rata jumlah pendapatan, sebesar 25,69 persen tabungan 93,4 persen dan jumlah infaq 5 persen. Dengan Uji Beda Dua Rata-Rata program tersebut dapat meningkatkan rata-rata jumlah pendapatan dan tabungan, secara signifikan. Berdasarkan peningkatan omzet, prosedur pinjaman, manfaat langsung, dan pengetahuan keterampilan, program pemberdayaan melalui pinjaman modal cukup efektif, namun perlu ditingkatkan untuk manfaat lanjutan atau keberlanjutan program sehingga kedepannya akan lebih maksimal.

to Download..click Url :

or click :