Indonesian Waqf Board is an independent state institution formed based on Law Number 41 of 2004 concerning Waqfs. This Board was formed in the framework of developing and advancing representatives in Indonesia.
Secretariat: Bayt Al Quran Building Beautiful Indonesia Miniature Park (TMII)

Jl. Raya TMII Pintu 1 - Jakarta Timur 13560

CONTACT >

T: +6221-87799232

     +6221-87799311

F: +6221-87799383

E: bwi@bwi.or.id

ABOUT US >

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

visitor since May 18, 2019

visitor since June 1, 2019 (Flag Counter Installed)

EFEKTIVITAS MEDIASI DALAM PENYELESAIAAN SENGKETA WAKAF

IZZATI RIZQI ANNISA

Sengketa tanah wakaf terjadi di tanah wakaf Masjid Baitul Qudus Jalan Gebanganom Kelurahan Genuk SariKecamatan Genuk Kota Semarang. Alm. Nurhadi (pewakif) warga Genuk Sarimemiliki tanah seluas 3253 m2tercatat dalam buku hak tanah nomor 001/25/XI Tahun 1985. Wakif mewakafkan tanahnya kepada Nazhir desa yang bernama Alm. H. Moch Cholil yang sekarang ini diteruskan oleh anaknya yang bernama Abdul Latif. Sesuai untuk peruntukannya didalam akta ikrar wakaf, tanah dari Nurhadi (pewakif) diberikan untuk dibangun sebuah Masjid, pada kenyataannya di atas tanah wakaf tersebut didirikan juga sebuah madrasah yang bernaung atas nama Yayasan Amal Sholeh. Penelitian ini merupakan jenis penelitianlapangan (field research).Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan tema penelitian ini, khususnya ahli waris Nazhir dan pihak Yayasan Amal Sholeh. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa sertifikat bukti tanda hak milik, pendaftaran peralihan hak, gambar situasi (surat ukur), salinan akta pengganti akta ikrar wakaf, surat pengesahan nazhir, surat somasi.Analisis data dalam penelitian ini, penulis meggunakan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menyimpulkan, sengketa tanah wakaf Masjid Baitul Qudus di Jalan Gebanganom Kelurahan Genuk Sari Kecamatan Genuk, yang ditempuh menggunakan jalur mediasi sejauh ini belum efektif, dikarenakan struktur hukumnya yang tidak terampil dalam menjadi mediator, substansi hukumnya dalam UU No. 30 Th. 1999 Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, dijelaskan apabila dalam waktu paling lama 14 hari mediasi dengan bantuan mediator tidak berhasil, maka para pihak dapat menghubungi lembaga alternatif penyelesaian sengketa dengan menunjuk seorang mediator. Tetapi, sampai batas waktu tersebut ahli waris Nazhir dan Pihak Yayasan Amal Sholeh tidak menghubungi lembaga alternatif penyelesaian sengketa. Kultur hukumnya, ahli waris Nazhir dan Yayasan Amal Sholeh yang terlalu mengedepankan musyawarah dan mengesampingkan lembaga alternatif penyelesaian sengketa dengan alasan agar tidak memakan biaya, hal itulah yang justru membuat mediasi tidak efektif.Penghambat dari efektivitas mediasi sengketa tanah wakaf Masjid Baitul Qudus di Jalan Gebanganom Kelurahan Genuk Sari Kecamatan Genuk tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:a) tingkat perkara yang rumit; b) motivasi rendah untuk mencapai persetujuan; c) komitmen rendah atau salah satu pihak tidak beritikad baik; d) aspek biaya atau kurangnya sumber daya; e) sengketa berkaitan dengan prinsip-prinsip dasar atau ideologis; f) tidak seimbangnya kekuatan para pihak; g) mediator tidak terampil; h) ruang pertemuan mediasi yang tidak mendukung; i) efesiensi waktu

to Download..click Url :

or click :