Indonesian Waqf Board is an independent state institution formed based on Law Number 41 of 2004 concerning Waqfs. This Board was formed in the framework of developing and advancing representatives in Indonesia.
Secretariat: Bayt Al Quran Building Beautiful Indonesia Miniature Park (TMII)

Jl. Raya TMII Pintu 1 - Jakarta Timur 13560

CONTACT >

T: +6221-87799232

     +6221-87799311

F: +6221-87799383

E: bwi@bwi.or.id

ABOUT US >

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

visitor since May 18, 2019

visitor since June 1, 2019 (Flag Counter Installed)

Jurnal Al-Awqaf

Badan Wakaf Indonesia

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya memberikan kesehatan kekuatan bagi kita semua semoga kita masuk dalam golongan orang-orang yang di beri syafaat fi yaumul kiyamah. Alhamdulillah atas izin Allah Tim redaksi jurnal al Awqaf telah menerbitkan kembali jurnal al awqaf untuk edisi Desember tahun 2018. Edisi ini adalah merupakan edisi pembaharuan dari edisi-edisi sebelumnya diantaranya Tim redaksi jurnal al awqaf merupakan kepengurusan komisioner BWI yang terpilih untuk periode 2017 – 2020 dan di bawah SK Presiden RI. Jika tahun 2017 jurnal al awqaf telah menjalankan system OJS dan tahun 2018 sudah diberlakukannya ISSN Online untuk jurnal al awqaf.

Setiap tahun jurnal al awqaf menunjukkan hasil yang cukup baik dan inovasi jurnal sebelumnya bahkan pada edisi sekarang benyak mengangkat isu-isu terbaru terkait pengembangan wakaf. Berikut susunan artikel yang kami kumpulkan dari beberapa penulis.

Imam Teguh Saptono dan Nurjamil menuangkan ide tulisannya dengan model terbaru Wakaf Link Sukuk dan Build Operate And Transfer Agreements (BOT) On The Use Of Productive Waqf Hak Guna Bangun (HGB) In The National Islamic Economic Law Development. Perjanjian Build Operate and Transfer (BOT) merupakan perjanjian baru yang tidak dikenal sebelumnya di dalam hukum perjanjian Indonesia tulisan ini sangat menarik untuk bisa di baca bahkan di jadikan bahan referensi. Wakaf link sukuk tulisan ini menjelaskan model Sukuk linked Wakaf dan Wakaf linked Sukuk. Sukuk linked Wakaf transaksi dasarnya merupakan murni investasi dan bersifat komersial yakni berupa sukuk yang diterbitkan oleh korporasi bisnis atau emiten yang pemanfaatannya untuk membangun aset komersial yang berada di atas tanah wakaf, atau terkait dengan proyek wakaf. dan model penerbitan Sukuk Linked Wakaf ini diantaranya model penerbitan Sukuk Al-Intifa dalam proyek Zam-Zam tower di Mekkah ataupun Al Warees di Ben Coolen Complex di Singapura.

Tulisan ketiga, karya Wahyuningsih dengan judul Efisiensi Wakaf Produktif Pada Yayasan Wakaf Sultan Agung. input produksi aset wakaf berupa modal secara parsial terhadap dapat mempengaruhi output (pendapatan) aset wakaf pada lembaga wakaf produktif studi di Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Semarang. Hasil uji coba dilakukan dengan berbagai macam metode uji Simultan dan uji Parsial. Keempat, Analisis Pengaruh Media Komunikasi Terhadap Intensi Masyarakat dalam berwakaf di Wakaf Al-Azhar Jakarta. Tulisan Naranda Amdea ini menjelaskan semakin sedikit informasi yang didapatkan oleh masyarakat, maka semakin kecil pula intensi masyarakat untuk berwakaf. Sebaliknya semakin banyak informasi yang didapatkan melalui media komunikasi yang ada dapat meningkatkan intensi masyarakat dalam berwakaf. Wakaf Al-Azhar menunjukkan bahwa komunikasi cukup berpengaruh dalam meningkatkan intensi masyarakat untuk berwakaf melalui metode media komunikasi dalam dua arah, yaitu penyebaran informasi melalui word of mouth dan media komunikasi formal. Kelima: Yogi Respati tulisanya yang berjudul Pengaruh Penyaluran Hasil Wakaf Produktif Terhadap Penyaluran Usaha Penerima Hasil wakaf. Penelitian ini memfokuskan pada penyaluran hasil wakaf pada program pemberdayaan ekonomi di Tabung Wakaf Indonesia (TWI) yang akan dilihat dari sisi pemberian modal, pelatihan, dan pendampingan.

Selanjutnya artikel Keenam dan ketujuh, pembahasan yang berdasarkan kajian pustaka. Yaitu tentang Perlindungan Hukum Tanah Wakaf atas Peralihan Kepada Pihak Ketiga yang melanggar Hukum Menurut Hukum Islam dan dikaitkan dengan Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004. Penukaran harta benda wakaf atau peralihan dari satu pihak kepihak lainnya dapat dilihat dari sisi tujuan dan konteksnya melalui 3 rasionalisasi yaitu : 1) untuk kemaslahatan atau menyelamatkan benda wakaf itu sendiri, 2) investasi dan pengembangannya, 3) respon atas pengembangan untuk kemaslahatan umum. penukaran tanah wakaf yang dilakukan oleh nazhir yang tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan maka akan dikenakan hukum secara hukum fikih dan hukum nasional. Artikel terakhir karya tulis Siti Risdah dengan judul Tinjauan Hukum Terhadap sengketa tanah wakaf yang tidak memiliki akta ikrar wakaf antara wakif, ahli waris dan Nazhir studi komparasi hukum Islam dan Undang-undang wakaf nomor 41 tahun 2004. Tulisan terakhir adalah Tinjauan Hukum Terhadap Sengketa Tanah Wakaf Yang Tidak Memiliki Akta Ikrar Wakaf Antara Wakif, Ahli Waris Wakif dan Nazhir Ditinjau Dari Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf.

Semoga semua artikel yang disajikan bermanfaat dan bisa digunakan untuk sumber rujukan bagi para akademisi dan praktisi yang ingin mengembangkan perwakafan.

Selamat membaca !

to Download..click Url :

or click :