Indonesian Waqf Board is an independent state institution formed based on Law Number 41 of 2004 concerning Waqfs. This Board was formed in the framework of developing and advancing representatives in Indonesia.
Secretariat: Bayt Al Quran Building Beautiful Indonesia Miniature Park (TMII)

Jl. Raya TMII Pintu 1 - Jakarta Timur 13560

CONTACT >

T: +6221-87799232

     +6221-87799311

F: +6221-87799383

E: bwi@bwi.or.id

ABOUT US >

  • Facebook
  • YouTube
  • Instagram

visitor since May 18, 2019

visitor since June 1, 2019 (Flag Counter Installed)

SENGKETA WAKAF ATAS TANAH JAMINAN HUTANG (Kasus Di Jalan Gadang gang 2 Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun Kota Malang)

UIN Malang

Sengketa Wakaf Atas Tanah Jaminan

Hutang (Kasus Di Jalan Gadang Gang 2 Kelurahan Gadang

Kecamatan Sukun Kota Malang). Skripsi. Jurusan Al-Ahwal AlSyakhshiyyah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Maulana

Malik Ibrahim Malang.

 

Wakaf merupakan hal yang paling mulia tetapi ada persyaratan bahwa

orang yang mewakafkan adalah orang yang memiliki, lalu bagaimana dengan

orang yang belum jelas hak kepemilikannya dan kemudian tanah tersebut

diwakafkan, dengan demikian di Jl. Gadang gg 2 No.7 Kecamatan Sukun Kota

Malang terdapat permasalahan yang menarik yaitu terdapat persengketaan wakaf

atas tanah jaminan hutang antara kedua belah pihak yang mana keduanya

mengakui bahwa tanah tersebut milik mereka.

Berdasarkan masalah tersebut peneliti mengadakan penelitian ini dengan

tujuan untuk mengkaji status tanah wakaf yang menjadi sengketa antara kedua

belah pihak, dan juga bertujuan untuk mengetahui akibat hukum sengketa wakaf

atas tanah jaminan hutang yang ditinjau dalam Perspektif Undang-undang No. 5

Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yang berupa

penelitian empiris. Maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini penulis

menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Jl.

Gadang gg 2 No.7 Kecamatan Sukun Kota Malang. Adapun jenis penelitian ini

adalah penelitian lapangan, karena peneliti dalam mencari data-data dan juga

informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini,

wawancara, dokumentasi, dan observasi merupakan cara dalam pencarian datadatanya.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa status tanah sengketa tersebut

merupakan milik pihak pertama yang dirugikan, sedangkan pihak kedua

mewakafkan tanah tersebut tanpa seizin pihak pertama sebagai pemilik yang sah.

Lebih lanjut dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2006 Tentang

Pelaksanaan UU No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf dan Undang-undang No. 5

Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, bahwa syarat wakaf

adalah tanah milik sendiri dan hak turun-menurun, maka dari itu tanah yang

diwakafkan tersebut batal demi hukum dikarenakan bukan milik pihak kedua,

adapun bukti-bukti surat akta jual beli tanah ada pada milik pihak pertama bukan

kedua.

 

to Download..click Url :

or click :